drenched


w o r d s p l a y


"not good enough, but heyyyyy nice try".


Vsco.cam Tumblr


Friday, April 9, 2021

undisclosed wish
Hari ini rambutku terasa ringan, kepalaku tidak lagi terasa berat dan hidungku juga tidak mencium bau lepek sebab rambut yang berkeringat karena matahari.

Sepertinya sudah lama aku tidak berambut panjang. Terakhir kuingat rambutku pernah panjang sepinggang dimasa SMA, rasanya cukup gerah dan kepalaku selalu pusing rasanya ketika kuikat rambutku. Setelahnya, aku selalu berambut pendek, paling tidak kira-kira sekitar sebahu dan sekarang sudah lebih dari itu. Tiba-tiba saja aku terpikir ingin ganti gaya rambut, memotongnya sedikit lebih pendek dan tidak lebih membosankan dari yang sekarang.
 

Hanya saja aku takut kalau-kalau model rambut yang baru kurang bisa menyembunyikanku. Rambutku yang sekarang tidak begitu panjang tapi terasa begitu pas untuk menyembunyikan air mukaku. Aku merasa kalau lebih pendek dari ini, kekuranganku akan jauh tampak oleh pandangan jarak dekat. Pasti aku akan merasa terekspos dan gerak-gerikku akan selalu terawas, membuatku tidak tenang.
 

Bukan karena aku punya sesuatu seperti rahasia yang layak untuk disimpan, sesuatu seperti itu aku tidak punya. Aku menjalani hidup sebagai orang yang biasa-biasa saja, tidak memiliki kemampuan yg bisa dibanggakan, pencapaian yg bisa dirayakan, pula tujuan yg bisa tersentuh harapan. 

Bagiku, hal-hal seperti hasrat, gairah, bakat dan kemampuan itu seperti privilege yang jelas aku tidak terlahir mendapatkannya.

Katanya, setiap orang terlahir dengan bakatnya masing-masing. Entah bakat itu terlihat atau terpendam. Tapi sudah seperempat abad aku hidup, aku masih belum juga menemukan apa bakatku, belum ada sesuatu yang berdesir dihatiku ketika aku mengerjakan sesuatu. Yang aku tau hanya terus saja melakukannya sampai aku bosan. Kurasa semuanya selalu berakhir dengan kebosanan. Aku tahu usia 25 tahun itu masih dibilang muda, paling tidak masih ada waktu untuk mencari apa yang aku mau. Murakami saja baru mulai menulis di usia 29 tahun dan sampai sekarang dia sudah seperti legenda. Dalam pembelaanku, aku kan tidak tau apakah waktu pencarianku cukup setidaknya sampai sebelum usiaku tertutup.

Banyak hal yang sudah aku coba, beberapa jenis kerajinan tangan sih aku bisa, tapi ya hanya sekadar bisa. Tidak sampai bisa disebut ahli. Keahlian begitu aku tidak punya. Sehingga tidak jarang orang mengatakan bahwa aku tidak tulus dalam bekerja, terkesan seperti terpaksa atau setengah hati. Aku sendiri tidak tau apakah kesan seperti itu yang aku tunjukkan karena aku selalu merasa aku melakukan semuanya dengan baik dan cukup menikmatinya. 

Tapi terkadang, ketika aku benar-benar mencurahkan tenagaku untuk sesuatu, orang terlalu menghakimi dan mengkritisi seolah mereka serba tau, seolah mereka seorang guru. Tidak sampai menyakiti hatiku sih, tapi cukup menjadi salah satu alasan meredupnya semangatku. Yang terlontar dari mulut mereka mungkin sebuah bensin, tapi entah sebelum tetesan bensin itu jatuh kepadaku, atau dalam proses menuju kepadaku, entah senyawa apa yang tercampur sehingga berubah menjadi air yang mengguyur percikan kecil di nyawaku. Terdengar seperti seorang pecundang bukan? bukannya membara terbakar semangat melainkan padam hangus menyerah. 

Pantas saja banyak yang enggan meladeniku.

Sebenarnya banyak yang aku inginkan, tapi terasa rumit seperti sebuah kemustahilan dalam mewujudkan, seperti membangun seribu candi dalam semalam. Bagiku, setiap hal kecil yang aku dambakan adalah sejauh wish, yang tidak pernah sedekat hope.

Kau tau kan, apa beda wish  dengan hope? begitulah.